Selasa, 01 Maret 2011

tennis meja

Olah Raga Tenis Meja
SEJARAH

Tenis meja adalah suatu cabang olahraga yang tidak mengenal batas umur, anak –anak maupun orang dewasa dapat bermain bersama. Dapat dianggap sebagai acara rekreasi, dapat juga dianggap sebagai olahraga atletik yang harus ditanggulangi dengan bersungguh-sungguh.

Tetapi kalau kita ingin menguasai pingpong sebagai olahraga, maka mau tak mau kita harus mempelajari dan memahami berbagai stroke (pukulan) yang ada, kita harus menguasai juga berbagai style permainan yang utama, tak mungkin bermain pingpong dengan baik tanpa mengetahui dasar-dasarnya.
Pada saat tenis meja merupakan ukuran olahraga prestasi internasional, selebih bertahun selama 30 tahun menjadi ukuran prestasi nasional. Pertandingan tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-mata merupakan kompetisi antara 7 negara dan selanjutnya diikuti oleh 34 negara. Tahun 1930 Inggris mampu mendapat unggulan, yakni Fred Derry yang memenangkan kejuaran tunggal Wimbolden pada tahun 1928 – 1929. Sukses yang diperoleh Eropa Timur, membuat nama Viktor Barna dari Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda.
Setelah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan setengah dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslawakia menghasilkan pemain–pemain kaliber dunia serta memperkenalkan teknik permainan yang maju dan lebih maju.

MEJA.

Permukaan paling atas dari meja, dikenal sebagai permukaan-main (playing surface), harus berbentuk segiempat, dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus diletakkan datar setinggi 76cm dari lantai. Panjang net : 1,83 meter.Permukaan-main harus bukan bagian tambahan yang menempel vertikal di pinggir atas meja.
Permukaan-main boleh terbuat dari sembarang bahan.

NET.

Rakitan-net (net assembly) harus terdiri dari jaring (net), gantungan-jaring (suspension) dan tiang-penopang (supporting posts), termasuk penjepit-penjepit (clamps) yang dilekatkan ke meja.
Jaring (net) harus digantung-regang (suspended) dengan batang (cord) di setiap ujungnya yang dilekatkan tegak-lurus bersama penyangga (post) setinggi 15,25cm, batas ukuran tiang luar penyangga berjarak 15,25cm dari luar garis-tepi.

BOLA

Bola harus berbentuk bulat-berongga (spherical), dengan diameter 40mm.
Bola harus memiliki berat 2,7 gr.
Bola harus terbuat dari bahan celluloid ataupun bahan plastik serupa dan harus berwarna putih atau orange, dan kasat/tidak licin mengkilap (matt).

RAKET

Raket boleh sembarang ukuran, bentuk atau berat tetapi blade harus datar (flat) dan kaku (rigid).
Sekurang-kurangnya 85% dari ketebalan blade harus terbuat dari kayu alam (natural wood); sebarang lapisan-tambahan (adhesive layer) boleh ditambahkan sebagai penguat di dalam blade dengan bahan-berserat (fibrous material) seperti serat carbon (carbon fibre), serat kaca (glass fibre)

PERATURAN

1. Pada saat serve, bola harus dilepas. Apabila bola terkena net dan bola masuk ke daerah lawan, maka harus di ulang sampai 3 (tiga) kali dan apabila masih terkena net juga maka point untuk lawan.

2. Pada saat mau serve dan bola lepas dari tangan dan belum/tidak sempat dipukul, maka serven boleh diulang selama bola tidak menyentuh meja pertandingan.

3. Pada saat pertandingan, pergantian serve (pindah bola) dilakukan setelah 2 (dua) point.

4. Pertandingan dilakukan sebanyak 3 (lima) game dan apabila menang dalam 2 game maka dinyatakan sebagai pemenang. Dalam setiap game-nya perolehan point sebanyak 21 point/angka.

5. Selama pertandingan apabila tangan atau anggota tubuh lainnya menyentuh meja pertandingan, pertandingan tetap dilanjutkan. Dan apabila bola menyentuh tangan (tidak disengaja) dan bola jatuh ke meja lawan, maka pertandingan tetap dilanjutkan.
6. Apabila bet menyentuh meja atau bet menyentuh badan, pertandingan tetap dilanjutkan.
7. Untuk menentukan siapa yang berhak melakukan serve lebih dulu pada setiap pertandingan, dilakukan dengan menebak keberadaan bola dibawa meja yang disembunyikan oleh wasit. Sedangkan untuk game ke-2 dan selanjutnya, yang berhak melakukan serve lebih dulu adalah orang yang menerima bola (bukan yang serve) pada akhir game sebelumnya

sumber: www.kaskus.us
Baca Selengkapnya...

Senin, 28 Februari 2011

ketoprak

Ketoprak merupakan kesenian tradisional masyarakat Jawa. Di Yogyakarta, kesenian ini lebih dikenal dengan sebutan Ketoprak Mataram yang dimainkan dalam sebuah tobong (panggung), sehingga dikenal juga dengan istilah “Ketoprak Tobong”. Namun, dalam perkembangannya, secara perlahan kesenian ini mulai ditinggalkan masyarakat karena dianggap tak menarik lagi.

Dalam upaya menjaga eksistensi kesenian ketoprak, beberapa seniman ketoprak membentuk komunitas Ketoprak Garapan, dengan kemasan yang berbeda dengan ketoprak yang sudah ada. Salah satunya adalah pementasan Ketoprak Ringkes yang sekarang ini sangat populer dan digemari masyarakat Yogyakarta.

Ketoprak Ringkes merupakan upaya memberi warna dalam kesenian ketoprak yang sudah ada. Lakon cerita diambil dengan mengadaptasi situasi politk sosial yang sedang menjadi perbincangan masyarakat sementara gaya pementasan dibawakan secara santai, penuh dengan improvisasi. Kemasan pementasan ini membuat kesenian ini menjadi sangat segar, lucu dan menarik.

seperti yang terlihat dalam pementasan “Cecak Nguntal Cagak (Cicak Makan Tiang)“ yang dimainkan oleh Komunitas Ketoprak Ringkes Tjap Tjontong di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (30/1), siapapun akan sepakat menyatakan bahwa pementasan tersebut berlangsung sangat sukses. Gedung konser yang berkapasitas sekitar 1000 kursi terisi penuh tanpa sisa, sementara puluhan penonton yang tidak kebagian tempat duduk rela duduk lesehan beralas tikar dan koran didepan panggung. Pementasan yang berdurasi sekitar 2,5 jam juga berlangsung sangat interaktif. Celotehan penonton terhadap adegan-adegan yang dianggap menjenuhkan ditanggapi para pemain dengan dialog-dialog yang mampu memancing tawa.

Cicak Nguntal Cagak berkisah tentang karut marut hukum yang berlaku di kerajaan “Regul Bawana” yang dipimpin oleh Raja Kasmala Nagara. Raja yang setiap hari pekerjaannya hanya menjaga citra dan terlalu yakin dengan kekuasaannya karena merasa segala kebijakannya didukung rakyat ini justru didemo oleh rakyatnya akibat banyaknya kasus yang tak terselesaikan. Uang negara sebesar Rp. 6,7 trilyun yang menguap entah kemana belakangan diketahui bahwa uang tersebut ternyata dibagi-bagi oleh konglomerat ‘Digdoyo’ untuk para penguasa yang sangat korup, sementara pada sisi yang lain seorang rakyat kecil harus rela dipenjarakan hanya karena ‘mengambil sebutir buah semangka’ milik tetangga.

Untuk menghindari tuduhan bahwa dirinya terlibat, Raja Kasmala Negara kemudian membentuk Tim Pencari Fakta. Namun, pembentukan tim ini ternyata justru membuat kondisi semakin runyam dan tak menentu. Bahkan beberapa tokoh baik justru harus rela masuk penjara karena menentang raja dan kisah ini diakhiri dengan pengunduran diri sang raja karena rakyat tak lagi percaya dengan Raja Kasmala Negara.


Baca Selengkapnya...

Selasa, 08 Februari 2011

musik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Penantian 10 Tahun pecinta musik Hardcore Indonesia terjawab sudah. Setelah Semalam, Rabu (27/10), kelompok musik pengusung Hardcore asal AS, Hatebreed sukses memuaskan dahaga pecinta musik Hardcore Jakarta dalam konser perdana yang berlangsung di Basket Hall, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kelompok musik yang beranggotakan Jamey Jasta (Vokalis), Chris Beattie (Bas), Matt Byrne (Drum), Wayne Lozinak (Gitar) dan Frank Novinec (Gitar) bahkan tak menyangka dengan antusiasme pecinta musik Hardcore tanah air."sebelumnya kami mendapat kabar kalau di Indonesia terjadi beberapa bencana, dan Kami tidak menyangka jika ada tsunami dan letusan Gunung Merapi", Ucap Wayne Lozinak, dalam konfrensi pers di Radio Prambors Jakarta, Rabu lalu. "Kami turut prihatin, namun semoga saja kami dapat membantu membangun semangat masyarakat indonesia," tegas Frank Novinec menimpali.

Mereka datang ke Indonesia dalam rangkaian tur Asia yang bertajuk "Rise Brutality Asian Tour 2010", kelompok musik yang telah menelurkan enam album ini mengaku kagum dengan komunitas Hardore Indonesia. Terbukti konser yang dipromotori oleh Lian Mipro dan Fulltrek.com berhasil digelar dengan aman. Konser ini bahkan menyatukan komunitas musik Hardcore yang hadir dari berbagai kota besar Seperti Bandung, Jogja dan Surabaya.

Sebelum konser dengan tempo dan tensi yang sangat tinggi digelar, tak lupa penyelenggara, pengisi acara, dan para penonton membuka acara dengan melakukan doa bersama untuk keprihatinan terhadap musibah yang terjadi di Indonesia. Konser pun dibuka dan diawali penampilan Paper Gangster! kelompok musik Hardcore Indonesia asal Depok, Jawa Barat.

Tepat Pukul 21.00 wib Hatebreed tampil menggedor arena pertunjukan dengan beberapa hits Populer mereka seperti "Before Dishonor", "Perseverance", "under The Knife", "This is Now", dan lagu Lain yang memacu adrenaline penonton yang 'Bermoshing' hampir di semua Sudut areal pertunjukan.

"Live For This" dan "I will be Heard", menjadi reportoar penutup Hatebreed dalam gelaran tersebut sekaligus menjadi klimaks bagi pecinta musik Hardcore Indonesia yang menyaksikan dengan penuh energi dari awal hingga akhir pertunjukan.sadly rachman/Agung sasongko


Baca Selengkapnya...

Template by:

Free Blog Templates